Camping di Danau Tamblingan
Surga Camping & Campervan di Bali Utara
Camping di Danau Tamblingan. Bali tidak hanya tentang pantai, beach club, dan keramaian kota wisata. Di balik popularitasnya sebagai destinasi dunia, pulau ini menyimpan banyak sudut sunyi yang menawarkan kedamaian, keaslian, dan hubungan mendalam dengan alam. Salah satu tempat yang masih relatif tersembunyi dan belum tersentuh pariwisata massal adalah Danau Tamblingan.
Terletak di kawasan pegunungan Munduk, Bali Utara, Danau Tamblingan adalah destinasi ideal bagi Anda yang ingin merasakan camping alami, perjalanan campervan, dan liburan penuh ketenangan. Berkemah di sini bukan sekadar bermalam di alam terbuka, tetapi sebuah pengalaman menyeluruh—menyatu dengan hutan, danau, kabut, dan energi spiritual Bali yang kuat.

1. Sekilas Tentang Danau Tamblingan
Danau Tamblingan merupakan salah satu dari tiga danau kembar di Bali (bersama Danau Buyan dan Danau Beratan) yang berada di dataran tinggi Bedugul–Munduk. Berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, danau ini memiliki suhu yang sejuk sepanjang tahun, berkisar antara 18–24°C.
Berbeda dengan Danau Beratan yang ramai dan dipenuhi wisatawan, Danau Tamblingan justru terkenal karena kesunyian, keaslian alam, dan nuansa spiritualnya. Kawasan di sekitar danau dilindungi sebagai hutan konservasi, sehingga lanskapnya tetap hijau, liar, dan alami.
Nama “Tamblingan” sendiri berasal dari kata kuno yang berkaitan dengan air suci dan keseimbangan alam, mencerminkan peran danau ini dalam kehidupan spiritual masyarakat Bali sejak ratusan tahun lalu.
2. Lokasi & Akses Menuju Bumi Perkemahan Danau Tamblingan
Bumi Perkemahan Danau Tamblingan terletak di tepi Danau Tamblingan, kawasan dataran tinggi Munduk, di dalam Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali Utara. Lokasinya bersebelahan dengan Danau Buyan dan dikelilingi oleh hutan hujan tropis lebat di kawasan Bedugul, menjadikannya salah satu area perkemahan paling alami dan tenang di Bali. Lingkungan yang masih terjaga ini menawarkan suasana damai, jauh dari keramaian pusat wisata Bali Selatan.
Dari Kota Denpasar, perjalanan menuju Danau Tamblingan memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam dengan jarak kurang lebih 75–80 kilometer, tergantung kondisi lalu lintas dan rute yang dipilih. Rute paling umum adalah melalui Denpasar – Bedugul – Danau Buyan – Munduk, dengan jalan beraspal yang cukup baik meskipun berkelok dan menanjak di beberapa titik. Akses ini masih aman dilalui mobil pribadi maupun campervan, namun disarankan untuk berkendara dengan hati-hati, terutama saat musim hujan atau kabut tebal.
Sesampainya di area danau, pengunjung akan langsung disambut udara pegunungan yang sejuk, pemandangan danau yang luas, serta suasana hening yang menjadi ciri khas Danau Tamblingan. Area ini juga terkenal dengan jalur trekking hutan, aktivitas perahu tradisional, serta keberadaan pura-pura kuno Bali seperti Pura Dalem Tamblingan, yang menambah nilai spiritual dan budaya bagi pengalaman berkemah di kawasan ini.

3. Daya Tarik Utama Camping di Danau Tamblingan
Camping di Danau Tamblingan menawarkan pengalaman yang sangat berbeda dibanding camping di pantai atau area wisata populer. Berikut beberapa daya tarik utamanya:
🌿 Lingkungan alam yang masih murni, dikelilingi hutan hujan tropis
🌫️ Kabut pagi yang dramatis, menciptakan suasana magis dan menenangkan
🔕 Jauh dari keramaian, hampir tanpa kebisingan kendaraan
🌌 Minim polusi cahaya, ideal untuk stargazing
🛕 Kaya nilai spiritual, dengan pura-pura kuno di sekitar danau
🚐 Cocok untuk campervan, dengan area parkir alami di sekitar danau
Semua elemen ini menjadikan Danau Tamblingan sebagai destinasi favorit bagi pencari ketenangan, fotografer alam, pecinta meditasi, dan traveler slow travel.

4. Tiket Masuk & Biaya Camping di Danau Tamblingan
Berkemah di Danau Tamblingan adalah pengalaman yang sangat dekat dengan alam, namun perlu diketahui bahwa struktur biaya tiket dan camping di sini berbeda dengan tempat wisata komersial seperti taman rekreasi atau objek wisata populer di Bali Selatan. Karena Danau Tamblingan berada di kawasan konservasi alam dan desa adat setempat, biaya yang berlaku biasanya bersifat sederhana, transparan, dan dikelola oleh masyarakat lokal sekitar.
🎫 Tiket masuk wisatawan domestik (WNI): sekitar IDR 10.000–20.000 per orang
🌍 Tiket masuk wisatawan mancanegara (WNA): sekitar IDR 20.000–30.000 per orang
🏕️ Biaya camping mandiri (bawa tenda sendiri): sekitar IDR 20.000–35.000 per orang per malam
🚐 Biaya parkir / menginap campervan: sekitar IDR 10.000–30.000 per kendaraan per malam
🧾 Sistem pembayaran: iuran dikelola oleh desa adat atau warga lokal setempat
⚠️ Catatan penting: tarif dapat berubah sewaktu-waktu, terutama saat weekend dan musim liburan, sehingga disarankan untuk konfirmasi terlebih dahulu sebelum berkunjung

5. Aktivitas Seru Saat Camping di Danau Tamblingan
Meskipun suasananya tenang, ada banyak aktivitas bermakna yang bisa dilakukan di sekitar danau:
- Menyambut Sunrise di Tengah Kabut
Pagi hari adalah momen paling magis di Danau Tamblingan. Kabut tipis menyelimuti permukaan danau, menciptakan refleksi pepohonan yang dramatis dan sunyi.
- Trekking Hutan Hujan Tropis
Tersedia jalur trekking alami yang mengelilingi danau dan menembus hutan lebat. Sepanjang perjalanan, Anda akan menemukan flora endemik, burung liar, dan udara super segar.
- Mengunjungi Pura Gubug Tamblingan
Pura kuno yang berada di tepi danau ini hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki atau perahu tradisional. Tempat ini sering digunakan untuk ritual dan meditasi.
- Naik Perahu Tradisional
Penduduk lokal menyediakan perahu kayu sederhana untuk menyusuri danau dengan tenang—tanpa mesin, tanpa suara bising.
- Stargazing di Malam Hari
Langit malam di Danau Tamblingan sangat jernih. Saat cuaca cerah, Anda bisa melihat ribuan bintang, bahkan Milky Way.

6. Fasilitas & Kondisi Camping di Danau Tamblingan
Penting untuk diketahui bahwa Danau Tamblingan bukan camping ground komersial seperti di Bali Selatan. Fasilitas di sini sangat terbatas, dan justru itulah daya tariknya.
🚿 Toilet umum: terbatas dan sederhana
💡 Listrik: tidak tersedia di area camping alami
📶 Sinyal: lemah hingga tidak ada
🔥 Api unggun: diperbolehkan di area tertentu dengan pengawasan
Karena itu, campervan menjadi solusi ideal karena menyediakan kebutuhan dasar secara mandiri.
7. Waktu Terbaik Berkunjung ke Danau Tamblingan
Waktu terbaik untuk camping adalah:
🌤️ Musim kemarau, minim hujan dan kabut berlebih
📅 Weekday, suasana lebih sunyi
⏰ Pagi dan sore hari, cahaya terbaik untuk fotografi
Musim hujan masih memungkinkan, namun medan bisa licin dan kabut lebih tebal.

8. Tips Camping Nyaman dan Aman di Danau Tamblingan
Agar pengalaman Anda maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:
Datang saat musim kemarau (April–Oktober)
Gunakan pakaian hangat, suhu malam bisa sangat dingin
Hormati area suci dan adat setempat
Jangan meninggalkan sampah
Hindari musik keras atau keramaian
Datang lebih pagi untuk memilih spot terbaik
Camping di Danau Tamblingan adalah tentang menghormati alam, bukan menaklukkannya.

9. Objek Wisata di Sekitar Danau Tamblingan
Menginap atau camping di Tamblingan Camping Ground memberikan keuntungan besar karena lokasinya yang strategis di kawasan dataran tinggi Bali Utara. Dari sini, wisatawan dapat dengan mudah menjangkau berbagai destinasi alam, budaya, dan spiritual yang ikonik tanpa perjalanan jauh. Berikut objek wisata terdekat yang wajib dikunjungi saat berada di sekitar Danau Tamblingan:
🛕 Pura Dalem Tamblingan
Pura Dalem Tamblingan adalah pura kuno yang terletak tepat di tepi danau dan memiliki nilai spiritual tinggi. Dikelilingi hutan lebat dan suasana sunyi, tempat ini cocok untuk meditasi dan refleksi diri. Akses menuju pura dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan perahu tradisional.
Danau Buyan berada sangat dekat dengan Danau Tamblingan dan dikenal sebagai bagian dari kawasan Danau Kembar Bali. Area ini menawarkan pemandangan hijau yang luas, jalur trekking ringan, serta spot fotografi alam yang indah dan tenang.
🌿 Desa Wisata Munduk
Desa Munduk terkenal dengan udara sejuk pegunungan, perkebunan kopi dan cengkeh, serta panorama lembah yang hijau. Pengunjung dapat menikmati wisata desa, mencicipi kopi lokal, hingga trekking menuju air terjun alami di sekitarnya.
💦 Air Terjun Munduk, Melanting & Banyumala
Kawasan Munduk–Tamblingan memiliki beberapa air terjun populer seperti Air Terjun Munduk, Melanting, dan Banyumala Twin Waterfall. Air terjun ini menawarkan kolam alami dengan air jernih dan suasana hutan yang asri, cocok untuk relaksasi setelah camping.
Sekitar 30–40 menit berkendara dari Danau Tamblingan, Pura Ulun Danu Beratan merupakan salah satu ikon wisata Bali. Pura yang tampak mengapung di atas Danau Beratan ini menawarkan pemandangan pegunungan yang dramatis dan menjadi spot foto favorit wisatawan.
🚪 Handara Gate (Handara Iconic Gate)
Handara Gate adalah salah satu gerbang paling ikonik di Bali, terletak sekitar 25–30 menit dari Danau Tamblingan. Dengan latar pegunungan hijau dan suasana berkabut khas Bedugul, gerbang ini menjadi spot fotografi populer dan mudah dikunjungi saat perjalanan menuju atau dari kawasan danau.
🌄 Twin Lakes View Point (Danau Buyan & Tamblingan)
Twin Lakes View Point menawarkan panorama spektakuler Danau Buyan dan Danau Tamblingan dari ketinggian. Spot ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi pada pagi hari saat kabut tipis masih menyelimuti permukaan danau.
☕ Kebun Kopi & Cengkeh Tradisional
Sepanjang jalur Munduk–Bedugul, wisatawan dapat menemukan kebun kopi dan cengkeh tradisional milik warga lokal. Pengunjung dapat melihat langsung proses pengolahan kopi Bali dan mencicipi kopi segar khas dataran tinggi.

10. Camping dengan Mobil Campervan
Mobil campervan adalah kendaraan yang dimodifikasi khusus untuk perjalanan jarak jauh dan berkemah, dilengkapi dengan area tidur, penyimpanan, serta perlengkapan dasar seperti kasur, dapur mini, dan sumber listrik. Konsep ini memungkinkan wisatawan menikmati alam tanpa perlu membawa tenda atau peralatan camping yang rumit. Tamblingan Camping Ground merupakan salah satu lokasi paling ideal di Bali untuk campervan camping, dan berikut alasannya:
🚐 Area Parkir Alami & Relatif Datar
Beberapa titik di sekitar danau memiliki lahan terbuka yang cukup datar untuk parkir campervan, sehingga tidak perlu repot memasang tenda atau mencari kontur tanah yang ideal.
🌲 Suasana Tenang & Minim Keramaian
Tidak seperti camping ground komersial, Tamblingan Camping Ground menawarkan ketenangan alami yang sangat cocok bagi campervan traveler yang mengutamakan privasi dan slow travel.
❄️ Udara Sejuk, Nyaman untuk Tidur
Suhu malam hari yang sejuk membuat tidur di dalam campervan jauh lebih nyaman tanpa perlu AC atau kipas tambahan.
🍳 Fleksibel untuk Masak & Istirahat
Dengan campervan, Anda bisa memasak sendiri, menyeduh kopi, atau bersantai tanpa perlu membawa perlengkapan camping berat.
🌌 Pengalaman Alam Lebih Intim
Tidur di dalam kendaraan dengan pemandangan langsung ke danau, kabut, dan langit berbintang memberikan pengalaman yang tidak bisa didapatkan di hotel.
📍 Lokasi Strategis Bali Utara
Tamblingan Camping Ground dekat dengan banyak objek wisata seperti Danau Buyan, Munduk, Handara Gate, dan Pura Ulun Danu Beratan—ideal sebagai basecamp perjalanan.

11. Tips Camping Aman & Nyaman dengan Campervan
Datang sebelum sore untuk memilih spot terbaik
Gunakan jaket dan selimut karena suhu malam cukup dingin
Jaga kebersihan dan bawa kembali sampah
Hormati area suci dan adat setempat
Gunakan lampu redup di malam hari agar tidak mengganggu suasana
Hindari suara bising dan musik keras
12. Persiapan Penting Camping dengan Mobil Campervan
🧾 Dokumen & Keperluan Dasar
SIM, STNK, KTP/Paspor
Uang tunai secukupnya
🛏️ Tidur & Pakaian
Sleeping bag / selimut tebal
Jaket & pakaian hangat
Bantal kecil (opsional)
🍳 Makan & Minum
Kompor portable & gas
Alat masak & alat makan
Air minum & bahan makanan praktis
Kopi / teh ☕
🔦 Listrik & Penerangan
Lampu LED / senter
Power bank & kabel charger
🧼 Kebersihan & Kesehatan
Tisu, sabun biodegradable
Hand sanitizer
Obat pribadi & P3K
🪑 Outdoor & Kenyamanan
Kursi lipat / alas duduk
Jas hujan
Sepatu outdoor / sandal
♻️ Etika Camping
Kantong sampah (wajib)
Jaga ketenangan & kelestarian alam

13. Kesimpulan: Camping di Danau Tamblingan
Camping di Danau Tamblingan bukan hanya tentang pemandangan indah. Ini adalah pengalaman batin, perjalanan memperlambat waktu, dan kesempatan untuk kembali terhubung dengan alam serta diri sendiri.
Di tengah dunia yang semakin bising dan cepat, Tamblingan Camping Ground menawarkan sesuatu yang langka: keheningan, kesederhanaan, dan kedamaian sejati. Jika Anda mencari liburan yang berbeda—lebih bermakna, lebih dalam, dan lebih autentik—maka Danau Tamblingan adalah jawabannya.
Jika Anda mencari pengalaman camping yang unik, Camping di Tamblingan Camping Ground dengan mobil campervan adalah cara baru untuk menikmati pemandangan alam yang indah, tetapi juga tentang menghadirkan pengalaman liburan camping yang lebih nyaman dan santai. Suasana danau yang sejuk, sunyi, dan dikelilingi hutan alami menjadikan Tamblingan tempat yang sangat ideal untuk campervan—memberikan kenyamanan, fleksibilitas, dan privasi tanpa menghilangkan kedekatan dengan alam.
Di tengah dunia yang semakin bising dan bergerak cepat, Tamblingan Camping Ground menawarkan sesuatu yang langka: keheningan, kesederhanaan, dan kedamaian sejati. Menghabiskan malam di dalam campervan, ditemani kabut pagi dan suara alam, menciptakan momen reflektif yang sulit ditemukan di destinasi wisata lain di Bali.
Jika Anda mencari liburan yang berbeda—lebih tenang, lebih mendalam, dan lebih autentik—maka camping dengan mobil campervan di Tamblingan Camping Ground adalah pilihan yang sangat tepat. Sebuah pelarian alami yang akan membekas lama, bahkan setelah perjalanan usai.
Jika Anda pecinta camping dan ingin merasakan pengalaman berkemah yang berbeda, Bukit Asah di Karangasem adalah pilihan yang patut dicoba. Dengan pemandangan laut lepas, suasana tenang, dan udara segar khas Bali Timur, camping di Bukit Asah menawarkan momen relaksasi sekaligus petualangan alam yang sulit dilupakan.







